Pertemuan 01, 09 Feb 2015: Web 2.0 Technology

Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O’Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama pada tahun 2004,[1] merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web—seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi—yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. O’Reilly Media, dengan kolaborasinya bersama MediaLive International, menggunakan istilah ini sebagai judul untuk sejumlah seri konferensi, dan sejak 2004 beberapa pengembang dan pemasar telah mengadopsi ungkapan ini.

Walaupun kelihatannya istilah ini menunjukkan versi baru daripada web, istilah ini tidak mengacu kepada pembaruan kepada spesifikasi teknis World Wide Web, tetapi lebih kepada bagaimana cara si-pengembang sistem di dalam menggunakan platform web. Mengacu pada Tim Oreilly, istilah Web 2.0 didefinisikan sebagai berikut:

“Web 2.0 adalah sebuah revolusi bisnis di dalam industri komputer yang terjadi akibat pergerakan ke internet sebagai platform, dan suatu usaha untuk mengerti aturan-aturan agar sukses di platform tersebut. ”

Web 2.0 menjadi topik hangat dalam pembahasan web saat ini.

 

Karakteristik Web 2.0

Karakteristik dari Web 2.0 yakni adanya kemudahan dalam berkomunikasi antara pengguna dengan sistem dibangunnya Web 2.0. Interaksi yang ada harus diimbangi dengan kecepatan dalam mengakses data. Karakteristik dari Web 2.0 ini banyak macamnya. Diantaranya adalah:

The Web as Platform.

Aplikasi Web 2.0 menggunakan web sebagai platformnya.Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang boleh diakses dari sistem operasi mana pun.

Harnessing Collective Intelligence.

Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya, muncullah basic pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh nyatanya adalah Wikipedia yang merupakan ensiklopedia online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedia online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta, dan lainnya.

Data is the Next Intel Inside.

Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basic data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google. Kekuatan google terletak pada pengumpulan dan management data pada halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini bererti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.

Software Above the Level of a Single Device.

Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara berintegrasi melalui berbagai device (alat). Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara integrasi bermula dari server Internet (dalam bentuk kedai musik online), menuju ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod).

 

Manfaat dan pengaruh web 2.0 bagi media dan masyarakat

Banyak sekali manfaat dan pengaruh yang ditimbulkan dari web 2.0 ini bagi media dan bagi masyarakat. Manfaatnya antara lain adalah :

– Dapat menginformasikan sesuatu secara lebih cepat, akurat, dan efektif.

– Kita sebagai masyarakat bisa melatih cara berpikir kita agar menjadi semakin kritis dan kreatif karena diberikan kebebasan penuh untuk berkomentar atas hal-hal yang ada di dunia maya.

– Selain kita bisa mendapatkan informasi dari orang lain, kita juga bisa berbagi informasi yang kita punya untuk dibagikan kepada orang lain. Dengan hal ini, kita saling berbagi hal-hal yang membangun dan hal yang positif.

Tapi dibalik manfaatnya, ada juga hal negatif yang bisa terjadi jika web 2.0 ini disalahgunakan oleh penggunanya sendiri sehingga membahayakan. Misalnya dengan mem-posting hal-hal yang berbau SARA yang bisa menyebabkan kontroversi berkelanjutan, juga apabila ada penyalahgunaan dalam pengaksesan situs situs pornografi yang bisa membahayakan mental dan pola pikir anak.

 

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Web_2.0

http://komunikasi.us/index.php/course/perkembangan-teknologi-komunikasi/685-kecanggihan-teknologi-web-2-0

Erik Gunawan

Java Developer, Android Developer, Microsoft Office Specialist, Pengamat One Piece, Blogger, Mahasiswa

Erik Gunawan

Java Developer, Android Developer, Microsoft Office Specialist, Pengamat One Piece, Blogger, Mahasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

wp-puzzle.com logo